Faktor-Faktor
yang mempengaruhi Prestasi Belajar
Kenyataan menunjukkan bahwa prestasi belajar seseorang
tidaklah sama, tetapi sangat pariatif/ berbeda. Perbedaan ini dapat
disebabkan oleh berbagai faktor, yang secara garis besar dapat dibedakan
menjadi dua; (1) Faktor dari dalam diri seseoarang (intrinsic) dan (2) Faktor
dari luar seseorang (Extrinsic).
Beberapa
Faktor dari dalam (Intrinsic)
1.Inteligensi
Winkel (1986 : 153) memberi batasan tentang pengertian
inteligensi dengan mengatakan, ineteligensi adalah kemampuan untuk bertindak
dengan mendapatkan suatu tujuan untuk berfikir secara rasional, dan untuk
berhubungan dengan lingkungan disekitarnya secara memuaskan.
Dari pengertian ini dapat dikatkan bahwa faktor inteligensi
menjadi penting dalam proses belajar seseorang guna mencapai prestasi
belajarnya.
2.Motivasi
Winkel (1986) menyatakan motivasi adalah motor penggerak
yang mengaktifkan siswa untuk melibatkan diri. Hal ini sejalan dengan Sardiman
(2003) yeng menyatakan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak
di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin
keberlangsungan dari kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar,
sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
Jadi jelaslah bahwa motivasi mempunyai peranan penting dalam
mencapai prestasi belajar, sehingga perlu upaya untuk menghidupkan motivasi
dari seseorang.
3.Sikap
Sarwono (1988:20) mendefinisikan sikap adalah kecenderungan
atau kesediaan seseorang untuk bertingkah laku tertentu kalau ia menghadapi
suatu rangsangan tertentu.
Seseorang memiliki sikap tertentu terhadap berbagai hal
secara baik positif maupun negatif. Sikap positif menjadi pilihan untuk
dikembangkan/ditanamkan kepada seseorang sehingga dapat bersikap positip
terhadap rangsangan yang diterima yang pada gilirannya akan mengoptimalkan
prestasi belajar yang optimal.
4.Minat
Minat sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar
siswa. Pendapat ini didukung oleh pernyataan beberapa pakar yang mengatakan
bahwa: ‘minat adalah kecenderungan yang tepat untuk memperhatikan dan memegang
beberapa kegiatan yang diamati siswa diperhatikan terus menerus disertai dengan
rasa senang dan diperoleh suatu kepuasan’ (Cony Semiawan, 1990:123). Juga
menurut Winkel (1986:151) bahwa minat adalah kecenderungan yang menetapkan
untuk rasa tertarik pada bidang-bidang tertentu dan merasa senang berkecimpung
dalam bidang-bidang itu.
Seseorang yang didorong oleh minat dan merasa senang dalam
belajar dapat memperoleh prestasi belajar yang optimal. Oleh karena itu yang
dapat diupayakan agar siswa dapat berprestasi dengan baik perlu dibangkitkan
minat belajarnya.
5.Bakat
Bakat menurut Tabrina Rusyan (1989:42), adalah kapasitas
seseorang atau potensi hipotesis untuk dapat melakukan suatu tugas dimana
sebelumnya sedikit mengalami latihan atau sama sekali tidak memperoleh latihan
lebih dahulu.
Jadi bakat merupakan potensi dan kecakapan pada suatu
lapangan pekerjaan. Apabila kapasitas mendapat latihan yang memadai maka
potensi akan berkembang menjadi kecakapan yang nyata.
6.Konsentrasi
Konsentrasi adalah pemusatan pemikiran dengan segala
kekuatan perhatian yang ada pada suatu situasi. Pemusatan pikiran ini dapat
dikembangkan melalui latihan.
Beberapa
Faktor dari Luar (Extrinsic)
1.Faktor Keluarga
Faktor keluarga turut mempengaruhi perkembangan prestasi
belajar siswa. Pendidikan yang pertama dan utama yang diperoleh ada dalam
keluarga. Jadi keluarga merupakan salah satu sumber bagi anak untuk belajar.
Kalau pelajaran yang diperoleh anak dari rumah tidak baik, kemungkinan diluar
lingkungan keluarga anak menjadi nakal dan begitu juga sebaliknya.
Pendidikan informal dan formal memerlukan kerjasama antara
orang tua dengan sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan
pengalaman-pengalamannya dan menghargai usaha-usahanya. Orang tua juga harus
menunjukkan kerjasamanya dalam cara anak belajar di rumah. Pendidikan
berlangsung seumur hidup berlangsung dan dilaksanakan dalam lingkungan rumah
tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab
bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.
2.Faktor Sekolah
Faktor ini menyangkut proses pembelajaran yang diterima
seseorang dengan bantuan guru. Metode pembelajaran yang diberikan sekolah
sangat menentukan bagaimana anak dapat belajar mandiri dengan baik. Guru yang
baik adalah guru yang menguasai kelas memiliki kemampuan dan menggunakan
metode Pembelajaran yang tepat, yaitu kemampuan membelajarkan dan
kemampuan memilih alat bantu pemelajaran yang sesuai serta kemampuan
menciptakan situasi dan kondisi belajar.
Dengan metode pembelajaran yang baik dan tepat akan
dapat menarik minat siswa, perhatian siswa akan tertuju pada bahan pelajaran,
sehingga diharapkan siswa akan dapat mencapai prestasi belajar.
3.Faktor Masyarakat
Masyarakat merupakan lingkungan pendidikan ketiga sesudah
keluarga dan sekolah, yang mempengaruhi anak dalam mencapai
prestasi belajar yang baik. Anak haruslah dapat berinteraksi
dengan masyarakat sekitarnya, karena dari pengalaman yang dialami siswa dimasyarat
banyak diperoleh ilmu yang berguna bagi anak didik.
Hal ini didukung pendapat Glesser (1987 : 5 ) yang
mengatakan, manusia normal adalah seorang manusia yang berfungsi secara
efektif, yang sampai pada taraf tertentu merasa bahagia dan menunjukkan
prestasi dibidang yang dianggapnya perlu, ia harus pula dapat bertingkah laku
dengan mempertimbangkan norma dan batasan yang ada dilingkungan setempat ia
tinggal dan hidup.
Sumber;
https://ruangguruku.com/faktor-yang-mempengaruhi-prestasi-belajar/