Motivasi Belajar
Agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal, maka
diperlukan adanya motivasi. Perlu ditekankan bahwa motivasi bertalian dengan
suatu tujuan.Sehubungan dengan hal tersebut, ada tiga fungsi motivasi:
1.
Mendorong manusia untuk berbuat.
Jadi, sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal
ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2.
Menentukan arah perbuatan, yakni kea
rah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah
dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
3.
Menyeleksi perbuatan, yakni
menentukan perbuatan. Apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai
tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi
tujuan tersebut. Seorang siswa yang akan menghadapi ujian dengan harapan dapat
lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan
waktunya untuk bermain kartu atau membaca komik, sebab tidak serasi dengan
tujuan.
Disamping itu, ada juga fungsi-fungsi motivasi lain.
Motivasi dapat juga sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang
melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam
belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, bahwa dengan adanya
usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang
belajar itu akan dapat menelurkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi
seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. Di
dalam kegiatan belajar mengajar peran motivasi baik instrinsik maupun
ekstrinsik sangat diperlukan. Motivasi bagi siswa dapat mengembangkan aktivitas
dan mengarahkan serta memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Membangkitkan
motivasi belajar tidaklah mudah, untuk itu guru perlu mengenal siswa dan
mempunyai kesanggupan kreatif untuk menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan
dan minat siswa.
Dalam hal ini Sardiman (1986 : 91-94) mengemukakan bahwa ada
beberapa bentuk dan cara yang dapat dilakukan guru dalam menumbuhkan motivasi
belajar siswa di sekolah, antara lain :
ü
Memberi Angka
Angka dalam hal ini sebagai simbol
dari nilai kegiatan siswa. Angka-angka yang baik bagi siswa merupakan motivasi
yang sangat kuat, tetapi juga banyak siswa bekerja atau belajar hanya ingin
naik kelas saja.
Yang perlu diingat oleh guru, bahwa
pencapaian angka-angka seperti itu belum merupakan hasil belajar yang sejati.
Oleh karena itu guru harus mencari solusi bagaimana cara memberikan angka yang
terkait dengan nilai yang terkandung dalam setiap pengetahuan, sehingga tidak
hanya nilai kognitif saja, melainkan juga keterampilan dan apektifnya.
ü Hadiah
Hadiah dapat juga dikatakan sebagai
motivasi, tetapi tidaklah selalu demikian karena hadiah untuk suatu pekerjaan
mungkin tidak akan menarik bagi seseorang yang tidak senang dan tidak berbakat
untuk pekerjaan tersebut.
ü Saingan
atau Kompetisi
Saingan atau kompetisi dapat
digunakan sebagai alat motivasi belajar siswa. Persaingan antar individu maupun
kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
ü Memberi
Ulangan atau Tes
Para siswa akan menjadi giat belajar
kalau mengetahui akan ada ulangan. Yang harus diingat oleh guru jangan terlalu
sering memberi ulangan, hendaknya bila akan ulangan harus diberitahukan
terlebih dahulu.
ü Mengetahui
Hasil
Semakin mengetahui grafik hasil
belajar meningkat, maka ada motivasi pada diri siswa untuk terus belajar,
dengan harapan hasilnya akan terus meningkat.
ü
Pujian
Apabila ada siswa yang sukses atau
berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, perlu diberikan pujian. Pujian
merupakan bentuk motivasi yang positif.
ü Hukuman
Hukuman sebagai bentuk motivasi yang
negatif, tetapi kalau diberikan secara bijak dapat menjadi alat motivasi yang
baik.
ü Hasrat
untuk belajar
Hasrat untuk belajar berarti ada
unsur kesengajaan pada diri anak didik sehingga hasilnya akan lebih baik pula.
ü Minat
Minat muncul karena ada kebutuhan. Proses
belajar akan berjalan lancar kalau disertai minat yang kuat.
ü Tujuan
yang Diikuti
Rumusan yang diikuti dan diterima
baik oleh siswa merupakan alat motivasi yang sangat penting. Dengan memahami
tujuan yang harus dicapai, maka akan timbul gairah untuk belajar.
Ada empat faktor yang mempengaruhi
perkembangan motivasi belajar, yaitu lingkungan budaya, keluarga, sekolah dan
siswa itu sendiri. Motivasi belajar bisa menurun akibat ambisi orang tua atau
sistem peringkat di sekolah. Memaksa siswa menerima beban melebihi kapasitasnya
tentu saja membuat siswa berkembang secara tidak sehat. Keinginan menciptakan
siswa ”hebat” justru bisa menghasilkan siswa yang bermasalah.
Motivasi sebagai faktor utama dalam
belajar yakni berfungsi menimbulkan, mendasari, dan menggerakan perbuatan
belajar. Menurut hasil penelitian melalui observasi langsung,bahwa kebanyakan
siswa yang besar motivasinya akan giat berusaha,tampak gagah,tidak mau
menyerah, serta giat membaca untuk meningkatkan hasil belajar serta memecahkan
masalah yang dihadapinya. Sebaliknya mereka yang memiliki motivasi rendah,
tampak acuh tak acuh, mudah putus asa, perhatiannya tidak tertuju pada
pembelajaran yang akibatnya siswa akan mengalami kesulitan belajar.
Motivasi menggerakan individu,
mengarahkan tindakan serta memilih tujuan belajar yang dirasa paling berguna
bagi kehidupan idividu. Mempelajari motivasi maka akan ditemukan mengaapa
individu berbuat sesuatu karaena motivasi individu yidak dapat diamati secara
langsung, sedangkan yang dapat diamati adalah manifestasi dari motivasi itu
dalam bentuk tingkah laku yang nampak pada individu setidaknya akan menjadi
mendekati kebenaran apa yang menjadi motivasi individu bersangkutan.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar