Senin, 01 Februari 2021

E-Marketing

Menurut Strauss dan Frost (2009), e-marketing adalah penggunaan teknologi informasi dalam proses membuat, berkomunikasi, dan memberikan nilai (value) kepada pelanggan. E-marketing mempengaruhi pemasaran tradisional dalam dua cara. Pertama, e-marketing meningkatkan efisiensi dalam fungsi pemasaran tradisional. Kedua, teknologi dari e-marketing merubah banyak strategi pemasaran. Hasil perubahan dalam model bisnis baru ini dapat menambah nilai (value) pelanggan dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Menurut Kotler dan Amstrong (2004), e-marketing menggambarkan usaha-usaha perusahaan untuk menginformasikan, berkomunikasi, mempromosikan, dan memasarkan produk dan jasanya lewat internet. Menurut Reedy et al. (2000), electronic marketing adalah seluruh aktivitas yang online atau berbasis elektronik yang memfasilitasi proses manufaktur barang dan jasa oleh produsen untuk memuaskan pelanggan. Electronic marketing memanfaatkan teknologi jaringan untuk mengkoordinasi penelitian pangsa pasar, membantu pengembangan produk, mengembangkan strategi dan taktik untuk memikat pelanggan, menyediakan distribusi online, mempertahankan catatan pelanggan, menciptakan kepuasan pelanggan, dan mengumpulkan umpan balik pelanggan. Electronic marketing memajukan program pemasaran yang mendukung tujuan-tujuan perusahaan melaksanakan e-commerce

Internet marketing biasa disebut sebagai online marketing atau E-marketing, perbedaan E- marketing adalah penggunaan media internet guna mendukung proses marketing, sehingga proses marketing lebih efektif, cepat dan biaya murah.

Semua hal yang berkaitan dengan E-marketing selalu berkaitan dengan 3 hal tersebut, yaitu: Tujuan, Target pasar dan Produk dan Jasa yang ditawarkan. Sehingga E-marketing tidak selalu berkaitan dengan desain web atau pemrograman web, namun yang tidak kalah penting adalah adanya tujuan yang diformulasikan dengan jelas.

           

            E-marketing Strategy (strategi E-marketing) mencakup strategi mengenai 4P dan hubungan manajemen (relationship management) untuk mencapai tujuan mengenai rencana mengenai Product (produk), Price (harga), Place (saluran distribusi) dan Promotion (promosi)

 

            Sebagian besar e-marketing bertujuan untuk mencapai berbagai tujuan seperti berikut:

• Meningkatkan pangsa pasar.

• Meningkatkan jumlah komentar pada sebuah blog atau website. 

• Meningkatkan pendapatan penjualan.

• Mengurangi biaya (misalnya biaya distribusi atau promosi). 

• Mencapai tujuan merek (seperti meningkatkan kesadaran merek). 

• Meningkatkan ukuran database. 

• Mencapai tujuan Customer Relationship Management (CRM) (seperti meningkatkan kepuasan pelanggan, frekuensi pembelian, atau tingkat referensi pelanggan). 

• Memperbaiki manajemen rantai suplai (seperti dengan meningkatkan koordinasi anggota, menambahkan mitra, atau mengoptimalkan tingkat persediaan).   

 

Model Bisnis Internet Marketing

 

Ada banyak model bisnis yang biasa diterapkan di  E-marketing, penggunaan model-model bisnis yang berbeda-beda ini tergantung kepada tujuan yang diinginkan di E-marketing tersebut. Diantaranya adalah:

1.    E-Commerce adalah model bisnis dalam penjualan produk dengan tiga kemungkinan: (1) B2C- di mana produk dijual langsung ke konsumen, (2) B2B- di mana perusahaan menjual produk ke perusahaan lain (antar perusahaan atau antar bisnis), dan (3) C2C- konsumen menjual produk ke konsumen lain.

2.    Lead based website: strategi di mana organisasi menghasilkan nilai dari lead penjualan via website, mirip dengan walk in customer di dunia ritel. Model ini sering disebut organic leads.

3.    Affiliate marketing: sebuah proses di mana produk yang dikembangkan oleh satu entitas untuk dijual oleh penjual aktif (lain) dengan berbagi keuntungan. Entitas yang memiliki produk mungkin menyiapkan/memberikan beberapa materi pemasaran (misalnya, sales letters, afiliasi link, fasilitas tracking, dan lain-lain), walaupun tidak selalu, e-commerce sering menawarkan program afiliasi. Cara kerja afiliasi marketing, perusahaan merekrut rekanan untuk mempromosikan produk, dengan model komisi atau imbalan serupa lainnya untuk setiap penjualan, pengunjung, pelanggan, atau membawa pelanggan ke perusahaan.

4.    Display advertising: tampilan iklan melibatkan penggunaan iklan banner yang ditempatkan di website pihak ketiga untuk mengarahkan lalu lintas ke website perusahaan itu sendiri dan meningkatkan kesadaran produk.

5.    Email marketing: perusahaan yang menggunakan email mengirim promosi secara langsunng kepada pelanggan.

6.    Interactive advertising: iklan interaktif melibatkan penggunaan animasi dan teknik grafis lainnya untuk membuat iklan yang melibatkan audiens dan mengundang partisipasi.

7.    Search angine marketing: adalah serangkaian taktik online (bila dikombinasikan dengan search engine optimization) dapat meningkatkan visibilitas konten website untuk meneliti, menyampaikan pesan dan positioning sebuah website di mesin pencari untuk mendapatkan exposure maksimum dari website, menarik pelanggan, menghasilkan kesadaran merek, membangun kepercayaan pelanggan, dan fungsi lain yang akan meningkatkan eksposur dan lalu lintas ke website perusahaan.

8.    Viral marketing: adalah teknik yang mendorong pelanggan untuk menyampaikan informasi interaktif tentang produk kepada orang lain secara berantai, misalnya lalui email interaktif atau video klif.

9.    Local internet marketing, merupakan strategi di mana sebuah perusahaan kecil menggunakan internet untuk menemukan dan memelihara hubungan untuk promosi penjualan online.

 

Sumber: Internet

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar