Menurut Strauss dan Frost
(2009), e-marketing adalah penggunaan teknologi informasi dalam proses membuat,
berkomunikasi, dan memberikan nilai (value) kepada pelanggan. E-marketing
mempengaruhi pemasaran tradisional dalam dua cara. Pertama, e-marketing
meningkatkan efisiensi dalam fungsi pemasaran tradisional. Kedua, teknologi
dari e-marketing merubah banyak strategi pemasaran. Hasil perubahan dalam model
bisnis baru ini dapat menambah nilai (value) pelanggan dan meningkatkan
keuntungan perusahaan. Menurut Kotler dan Amstrong (2004), e-marketing
menggambarkan usaha-usaha perusahaan untuk menginformasikan, berkomunikasi,
mempromosikan, dan memasarkan produk dan jasanya lewat internet. Menurut Reedy
et al. (2000), electronic marketing adalah seluruh aktivitas yang online atau
berbasis elektronik yang memfasilitasi proses manufaktur barang dan jasa oleh
produsen untuk memuaskan pelanggan. Electronic marketing memanfaatkan teknologi
jaringan untuk mengkoordinasi penelitian pangsa pasar, membantu pengembangan
produk, mengembangkan strategi dan taktik untuk memikat pelanggan, menyediakan
distribusi online, mempertahankan catatan pelanggan, menciptakan kepuasan
pelanggan, dan mengumpulkan umpan balik pelanggan. Electronic marketing
memajukan program pemasaran yang mendukung tujuan-tujuan perusahaan
melaksanakan e-commerce
Internet
marketing biasa disebut sebagai online marketing atau E-marketing, perbedaan E-
marketing adalah penggunaan media internet guna mendukung proses marketing,
sehingga proses marketing lebih efektif, cepat dan biaya murah.
Semua hal yang
berkaitan dengan E-marketing selalu berkaitan dengan 3 hal tersebut, yaitu:
Tujuan, Target pasar dan Produk dan Jasa yang ditawarkan. Sehingga E-marketing
tidak selalu berkaitan dengan desain web atau pemrograman web, namun yang tidak
kalah penting adalah adanya tujuan yang diformulasikan dengan jelas.
E-marketing Strategy (strategi
E-marketing) mencakup strategi mengenai 4P dan hubungan manajemen (relationship
management) untuk mencapai tujuan mengenai rencana mengenai Product (produk),
Price (harga), Place (saluran distribusi) dan Promotion (promosi)
Sebagian
besar e-marketing bertujuan untuk mencapai berbagai tujuan seperti berikut:
• Meningkatkan pangsa pasar.
• Meningkatkan jumlah komentar
pada sebuah blog atau website.
• Meningkatkan pendapatan
penjualan.
• Mengurangi biaya (misalnya
biaya distribusi atau promosi).
• Mencapai tujuan merek (seperti
meningkatkan kesadaran merek).
• Meningkatkan ukuran
database.
• Mencapai tujuan Customer
Relationship Management (CRM) (seperti meningkatkan kepuasan pelanggan,
frekuensi pembelian, atau tingkat referensi pelanggan).
• Memperbaiki manajemen rantai
suplai (seperti dengan meningkatkan koordinasi anggota, menambahkan mitra, atau
mengoptimalkan tingkat persediaan).
Model Bisnis
Internet Marketing
Ada banyak
model bisnis yang biasa diterapkan di E-marketing,
penggunaan model-model bisnis yang berbeda-beda ini tergantung kepada tujuan
yang diinginkan di E-marketing tersebut. Diantaranya adalah:
1.
E-Commerce
adalah model bisnis dalam penjualan produk dengan tiga kemungkinan: (1) B2C- di
mana produk dijual langsung ke konsumen, (2) B2B- di mana perusahaan menjual
produk ke perusahaan lain (antar perusahaan atau antar bisnis), dan (3) C2C-
konsumen menjual produk ke konsumen lain.
2.
Lead based
website: strategi di mana organisasi menghasilkan nilai dari lead penjualan via
website, mirip dengan walk in customer di dunia ritel. Model ini sering disebut
organic leads.
3.
Affiliate
marketing: sebuah proses di mana produk yang dikembangkan oleh satu entitas
untuk dijual oleh penjual aktif (lain) dengan berbagi keuntungan. Entitas yang
memiliki produk mungkin menyiapkan/memberikan beberapa materi pemasaran
(misalnya, sales letters, afiliasi link, fasilitas tracking, dan lain-lain),
walaupun tidak selalu, e-commerce sering menawarkan program afiliasi. Cara
kerja afiliasi marketing, perusahaan merekrut rekanan untuk mempromosikan
produk, dengan model komisi atau imbalan serupa lainnya untuk setiap penjualan,
pengunjung, pelanggan, atau membawa pelanggan ke perusahaan.
4.
Display
advertising: tampilan iklan melibatkan penggunaan iklan banner yang ditempatkan
di website pihak ketiga untuk mengarahkan lalu lintas ke website perusahaan itu
sendiri dan meningkatkan kesadaran produk.
5.
Email
marketing: perusahaan yang menggunakan email mengirim promosi secara langsunng
kepada pelanggan.
6.
Interactive
advertising: iklan interaktif melibatkan penggunaan animasi dan teknik grafis
lainnya untuk membuat iklan yang melibatkan audiens dan mengundang partisipasi.
7.
Search
angine marketing: adalah serangkaian taktik online (bila dikombinasikan dengan
search engine optimization) dapat meningkatkan visibilitas konten website untuk
meneliti, menyampaikan pesan dan positioning sebuah website di mesin pencari
untuk mendapatkan exposure maksimum dari website, menarik pelanggan,
menghasilkan kesadaran merek, membangun kepercayaan pelanggan, dan fungsi lain
yang akan meningkatkan eksposur dan lalu lintas ke website perusahaan.
8.
Viral
marketing: adalah teknik yang mendorong pelanggan untuk menyampaikan informasi
interaktif tentang produk kepada orang lain secara berantai, misalnya lalui
email interaktif atau video klif.
9.
Local
internet marketing, merupakan strategi di mana sebuah perusahaan kecil
menggunakan internet untuk menemukan dan memelihara hubungan untuk promosi
penjualan online.
Sumber:
Internet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar